Senin, 09 Januari 2017

lirik lagu closer-nadira ft vandal

Lirik Lagu Closer – Nadhira ft Vandal

And I see you from far wanna get with you tonight
Wanna get to know you better baby tell me if us alright
I kinda like the way you do when you do your thing
You’re so sexy I just wanna get closed to you
Hooo..
Take one step closer
Lets go for a lemme
Got to know each other
And talking to no lemme
Oooo..
What we gonna get up to
I just wanna chill and talk to you you you
Oooo..
What we gonna get up to
I just wanna get closer to you
Do you see me like how I see you
Do you want me like how I want you
How ya feeling what ya feeling boy
Tell me baby if you want it to
Maybe tonight we go rock it on the dance floor
I drew you closer for real little longer
Oooo…
I like your way you do your thing
Take one step closer
Lets go for a lemme
Got to know each other
And talking to no lemme
Oooo..
What we gonna get up to
Oooo..
I just wanna chill and talk to you you you
Oooo..
What we gonna get up to
Ooo..
I just wanna get closer to you
[Rap]
Oooo..
What we gonna get up to
Oooo..
I just wanna chill and talk to you you you
Oooo..
What we gonna get up to
Oooo..
I just wanna get closer to you


Sumber : http://ohlirik.com/tag/lirik-closer/

LIRIK LAGU JUST GIVE ME A REASON

Right from the start
You were a thief
You stole my heart
And I your willing victim
I let you see the parts of me
That weren't all that pretty
And with every touch you fixed them
Now you've been talking in your sleep oh oh
Things you never say to me oh oh
Tell me that you've had enough
Of our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
We're not broken just bent
And we can learn to love again

I'm sorry I don't understand
Where all of this is coming from
I thought that we were fine
(Oh we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin'
And it's all in your mind
(Yeah but this is happenin')
You've been havin' real bad dreams oh oh
You used to lie so close to me oh oh
There's nothing more than empty sheets
Between our love, our love
Oh our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
I never stopped
You're still written in the scars on my heart
You're not broken just bent
And we can learn to love again

Oh tear ducts and rust
I'll fix it for us
We're collecting dust
But our love's enough
You're holding it in
You're pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We'll come clean

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again

Just give me a reason
Just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent
And we can learn to love again
It's in the stars
It's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent
And we can learn to love again
Oh, we can learn to love again
Oh, we can learn to love again
Oh oh, that we're not broken just bent
And we can learn to love again

Sumber : http://m.wowkeren.com/lirik/lagu/pink/just-give-me-a-reason-feat-nate-ruess-.html

Minggu, 08 Januari 2017

Sinopsis Ada Apa Dengan cinta

Ada Apa dengan Cinta? 2

Ada Apa dengan Cinta? 2
Ada Apa Denga Cinta 2.jpg
Poster film
Sutradara Riri Riza
Produser Mira Lesmana
Penulis Riri Riza
Prima Rusdi
Pemeran Dian Sastrowardoyo
Nicholas Saputra
Titi Kamal
Sissy Priscillia
Adinia Wirasti
Dennis Adhiswara
Ario Bayu
Christian Sugiono
Distributor Miles Productions
Legacy Pictures
Primeworks Distribution
Tanggal rilis
23 April 2016 (Premier Yogyakarta)
28 April 2016 (Indonesia)
Durasi
124 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bendera Malaysia Malaysia
Bendera Brunei Brunei
Bendera Singapura Singapura
Bahasa Indonesia
Ada Apa dengan Cinta? 2 adalah sebuah film Indonesia produksi Miles Productions yang merupakan sekuel dari Ada Apa dengan Cinta? yang rilis tahun 2002. Film ini tayang di Indonesia pada 28 April 2016.[1][2] Film ini masih dibintangi oleh pemeran film sebelumnya, termasuk Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta dan Nicholas Saputra sebagai Rangga.

Daftar isi

Sinopsis

Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang sekarang dewasa telah menjadi pemilik sebuah Kafe Seni Pop Mini di Jakarta. Dia dan geng SMA menghibur Karmen (Adinia Wirasti), yang baru pulih dari kecanduan narkoba. Milly (Sissy Priscillia) menikah dengan sebelumnya pecandu pasangan SMA geng Mamet (Dennis Adhiswara) dan saat ini hamil anak pertama mereka, sementara Maura (Titi Kamal) menikah dengan Chris (Christian Sugiono) dengan 4 anak-anak. Cinta mengumumkan bahwa wanita akan pergi berlibur ke Yogyakarta dan bahwa dia bertunangan dengan pacarnya Trian (Ario Bayu). Sementara itu, di New York City, Rangga (Nicholas Saputra) adalah co-pemilik sebuah kedai kopi saat nya langkah-adik, Sukma (Dimi Cindyastira), membayar kunjungan untuk meminta dia untuk mengunjungi ibunya lama pergi di Jogjakarta, tetapi dia menolak. Dia akhirnya memiliki perubahan hati dan memutuskan untuk pergi ke sana setelah rekan-pemilik dan teman Roberto (Chase Kuertz) meyakinkan dia bahwa dia harus pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan sesuatu yang perlu untuk diselesaikan.
Sebelum Cinta dan sahabat-sahabatnya pergi, mereka mengunjungi Makam Alya (Ladya Cheryl), yang dijelaskan nanti dalam film dia meninggal dalam kecelakaan pada tahun 2010. Rangga tiba di Jakarta untuk menemukan bahwa Cinta tidak lagi tinggal di rumahnya yang dulu, jadi dia pergi langsung ke Jogja. Di Jogja, saat berlibur, Karmen dan Milly melihat Rangga di jalan, dan mereka memberitahu Cinta tentang hal itu. Cinta tidak ingin melihat Rangga pada awalnya, tetapi setelah bertengkar dengan Karmen, dia memutuskan untuk melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka putus pada tahun 2006. Cinta mengungkapkan kemarahannya atas dirinya untuk hanya memotong hal off dengan tanpa penjelasan dan dia setuju untuk bertemu dengannya karena teman-temannya. Rangga menjelaskan bahwa ia putus dengan Cinta karena dengan itu kemudian berjuang untuk hidup selama tahun-tahun, Rangga pikir ia tidak bisa membuat Cinta bahagia. Mereka memutuskan untuk mengakhiri hal-hal dalam hal ramah. Cinta berakhir menghabiskan sepanjang hari dengan Rangga, melupakan jadwal liburannya dengan teman-temannya. Sebelum berpisah, Cinta mencium Rangga, untuk shock kedua mantan kekasih. Kemudian Cinta kembali ke Jakarta dan Rangga mengunjungi ibunya.
Cinta tidak bisa biarkan Rangga keluar dari kepalanya dan sebelum dia kembali ke New York, Rangga mampir di Jakarta dan pergi ke tempat Cinta. Dia mengakui bahwa ia ingin mereka menjadi lebih dari teman-teman lagi tetapi dia menjawab bahwa ciuman berarti apa-apa, meninggalkan dia marah. Dan, Rangga meninggalkan Kafe sebagai Trian tiba di kafe. Trian, melihat perilaku berubah Cinta setelah perjalanan Jogja dan melihat Rangga sendiri, menghadapkan Cinta tentang Rangga, sehingga akhir pertunangan. Rangga terbang ke New York sementara Cinta mengalami sedikit kecelakaan, tetapi tidak mendapat cedera.
Setahun kemudian, Rangga dan Roberto memberikan karyawan mereka Donna (Lei-Lei Bavoil) kenaikan gaji, dan rasa syukur dia Tuhan dia. Pada saat yang sama, Cinta memasuki cafe dan kemudian melarikan diri. Rangga menjelaskan situasi dan Cinta tertawa. Mereka mengungkapkan cinta mereka satu sama lain, dan berbagi ciuman penuh gairah di antara salju Central Park, bersatu pada akhirnya. Sebelum berakhir, Rangga dan Cinta yang tampaknya memegang bayi mereka, sampai Mamet datang dan meminta dia dan bayi Milly nya kembali.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Ada_Apa_dengan_Cinta%3F_2

Sinopsis Perahu Kertas

Sinopsis Novel Perahu Kertas


Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Bentang Pustaka/Truedee
Terbit Pertama Kali: 2010
Jumlah Halaman: 444



Novel Perahu Kertas dimulai dengan kisah seorang anak muda bernama Keenan. Ia seorang remaja yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas-nya di Belanda, tepatnya di Amsterdam. Keenan menetap di Negara tersebut selama hampir 6 tahun lamanya, bersama sang nenek. Keenan terlahir dengan cita-cita menjadi pelukis. Namun, ia dipaksa untuk kembali ke Indonesia oleh sang Ayah. Keluarganya tidak mendukung Keenan menjadi seorang pelukis. Ia pada akhirnya memulai perkuliahan di salah satu Universitas di Bandung. Ia mengalah dan memutuskan untuk belajar di Fakultas Ekonomi.

Tokoh sentral lainnya adalah wanita bertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan dengan kepribadian yang riang dan ceria. Berbeda dengan Keenan yang cenderung dingin dan kaku. Kugy juga merupakan sosok yang eksentrik pun nyentrik. Ia akan sangat mudah dikenali jika ada di dalam kerumunan. Kugy menggilai dongeng dan kisah klasik. Sedari kecil ia bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng. Ia memiliki sejumlah koleksi buku dongeng, ingin penjadi seorang perancang dongen pun juru dongeng. Namun di tengah impiannya yang menggebu, kenyataan memaksanya sadar bahwa penulis dongen bukan profesi yang banyak menghasilkan materi. Kugy dipaksa untuk menyimpan mimpinya demi sebuah rasionalitas pun realisme. Meski demikian, tokoh Kugy ini tidak patah arang. Ia mencintai dunia tulis-menulis. Hal ini yang membuat ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, Keenan.

Pertemuan antara kedua tokoh ini tak terlepas dari tokoh lain yakni Noni dan Eko. Noni tokoh pendukung cerita yang merupakan sahabat dekat Kugy. Sementara itu, Eko adalah sepupu Keenan. Pertemuan pertama Kugy dan Keenan adalah momen dimana Eko dan Noni menjemput Keenan yang baru tiba di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kugy pun Keenan menjalin persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan, seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta dalam diam. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak. “Diam”-nya mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. Sementara itu, Keenan yang belum memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang Kurator. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.

Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi salah satu guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil pada Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu mendatang, buku dongeng tersebut ia berikan pada Keenan.

Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka baik-baik saja. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan tinggal dengan Pak Wayan. Sahabat ibunya.

Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan buku dongen “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri seninya dalam melukis semakin terasah. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan.

Sementara itu, selepas kuliah Kugy kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya yang juga merupakan karib kakaknya. Ia dan Remi menjalin hubungan meski diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan. Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing. Konflik dimulai dari sini.

Secara umum, Dee mengemas cerita cinta ini dengan sederhana namun sarat makna. Kisah ini tentang pencarian cinta yang dibiarkan mengalir hingga kebali bermuara seperti perahu kertas. Melalui Kugy dan Keenan, Dee menyajikan cerita cinta yang biasa namun dalam. Pemilihan kata serta alur taktis membuat kisah di dalam novel Perahu Kertas ini menarik untuk dibaca. Meski temanya teramat ringan, namun signatur dee dalam derita ini sama memikatnya dengan buku bertema berat milik dee lainnya.

Sinopsis novel Perahu Kertas ini hanya menguak cerita dalam garis besar saja. Mungkin saja Anda akan jatuh cinta pada detil cerita jika Anda membaca buku ini langsung. Kualitas Dee sebagai salah satu penulis berbakat Indonesia tentu merupakan jaminan tersendiri. Selamat berburu novel Perahu Kertas Ya!

Sinopsis Novel Salah Asuhan

Miftah Faried Sanusi Abdullah On Wednesday, 8 July 2015












Novel “Salah Asuhan” menceritakan tentang Hanafi, seorang bumiputera yang terjebak dalam adat dan kebudayaan Belanda. Lama bersekolah di sekolah Belanda dan bergaul dengan orang-orang Belanda membuat Hanafi selalu menganggap buruk adat budayanya sendiri. Persoalan tentang perbedaan adat budaya timur dengan barat itu sudah menjadi topik utama perbincangan Hanafi dan Corrie, orang barat yang merupakan sahabat sekaligus gadis yang dicintainya. Tak jarang mereka berselisih pendapat mengenai hal itu.
Suatu hari, Hanafi menyatakan perasaannya pada Corrie. Corrie menjadi kebingungan dibuatnya. Bukan hanya soal apakah ia mencintai Hanafi atau tidak, tetapi soal perbedaan adat budaya mereka. Ayah Corrie yang pernah menjalani pernikahan dengan seorang bumiputera, tidak setuju jika Corrie mengikuti jejaknya itu. Beliau tahu ada banyak hal sulit yang akan menimpa putrinya jika pernikahan itu terjadi. Corrie sangat menyayangi ayahnya dan menghormati nasehatnya. Selain itu, meskipun Corrie juga memendam rasa yang sama dengan Hanafi, Corrie merasa bahwa hubungannya dengan Hanafi lebih baik sebatas hubungan kakak dan adik saja. Setelah menulis surat penjelasan kepada Hanafi tentang penolakannya, Corrie meninggalkan Solok dan pergi ke Betawi.
Kepergian Corrie membuat Hanafi uring-uringan. Hal ini membuat ibunya khawatir. Setelah Hanafi mulai tenang, ibu Hanafi membicarakan tentang perjodohan Hanafi dengan anak mamaknya, Rapiah. Hanafi yang berperangai kasar itu langsung menolak mentah-mentah. Kemudian ibunya menjelaskan bahwa mereka telah berutang pada mamaknya. Mamaknya telah membiayai sebagian kebutuhan penting Hanafi dan tidak ingin dibalas dengan uang melainkan dengan pernikahannya dengan Rapiah. Kalau bukan karena sayang pada ibunya, Hanafi tidak akan menyetujui pernikahan itu.
Dua tahun kehidupan rumah tangganya dengan Rapiah, Hanafi tidak pernah sekalipun menganggap Rapiah sebagai istrinya. Ia tidak mempedulikan Rapiah bahkan anaknya, Syafei pun tak diurusnya. Rapiah yang bernasib menyedihkan itu akhirnya menjadi sangat dekat dengan ibu Hanafi layaknya seorang ibu dan anak kandung. Ibu Hanafi bahkan merasa bahwa dirinya lebih suka jika Rapiah adalah anak kandungnya dan bukan Hanafi.
Suatu ketika, tangan Hanafi digigit anjing dan harus dirawat di Betawi. Pergilah Hanafi ke Betawi untuk tiga minggu. Tapi ternyata lebih dari itu, karena di sana ia bertemu kembali dengan Corrie yang baru ditinggal mati ayahnya. Setelah Hanafi mendapatkan persamaan hak seperti orang Belanda dan pindah kerja ke Departemen BB, ia menulis surat yang menyatakan bercerai dengan Rapiah. Corrie yang merasa hampa setelah ditinggal ayahnya, menjadikan Hanafi sebagai pengganti ayahnya dan setuju untuk menikah dengan Hanafi.
Tak seperti yang diinginkan Hanafi, rumah tangganya dengan Corrie sama sekali tak bahagia. Corrie merasa terkekang setelah bersuamikan Hanafi. Sikapnya berubah apalagi setelah dirinya dan Hanafi disisihkan dari pergaulan. Puncaknya ketika Tante Lien datang ke rumah mereka ketika Hanafi sedang tidak ada, Hanafi menuduh Corrie berselingkuh setelah melihat abu rokok bekas Tante Lien. Corrie tidak tahan lagi dan memutuskan untuk bercerai dengan Hanafi lalu pergi ke Semarang. Tak lama setelah itu, Hanaafi sadar atas kesalahannya dan pergi menyusul Corrie. Namun, ia mendapati Corrie sedang sakit kolera dan akhirnya meninggal.
Hanafi pulang ke Padang, tempat ibunya dan Rapiah berada. Tapi ia masih tidak diterima. Bahkan Rapiah dan Syafei pulang ke Bonjol sebelum Hanafi berbicara lebih banyak kepada mereka. Hanafi memang tidak mencintai Rapiah, tetapi ia merasa bersalah kepada mantan istrinya itu. Sejak kepergian Corrie, Hanafi menjadi murung dan pendiam. Ibunya pun tak ingin bertanya dan mengungkit masa lalu. Kemudian Hanafi diajak kembali ke Koto Anau dan memulai kehidupan baru di sana.

Hanafi merenungkan apa yang telah dilakukannya selama ini. Ia merasa sangat tidak berguna terutama bagi ibunya. Ia hanya membuat orang-orang di sekelilingnya sakit hati. Diam-diam, Hanafi meminum beberapa butir sublimat. Hingga keesokan harinya, tubuhnya lemas. Hanafi dibawa ke rumah sakit. Dokter berkata bahwa waktu yang Hanafi miliki terlalu singkat untuk menyembuhkannya. Hanafi memilih untuk tidak melakukan pengobatan lain dan akhirnya meninggal dunia. Hanafi dikuburkan di Solok setelah sempat menimbulkan perselisihan karena warga Koto Anau tidak menghendaki Hanafi yang sudah ‘masuk’ Belanda dikuburkan di kuburan kampung melainkan di kuburan orang Eropa. 

Sumber :https://fariedmiftah.blogspot.co.id/2015/07/novel-salah-asuhan-karya-abdoel-moeis.html

Sinopsis Novel Sang Pemimpi

Sinopsis Novel Sang Pemimpi


Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Pertama terbit: 2006
Jumlah Halaman: 292


Sukses dengan Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata kembali memukau pembaca dengan novel keduanya yakni Sang Pemimpi. Novel ini merupakan rangkaian kedua dalam seri tetralogi Laskar Pelangi. Apa yang diusung Andrea Hirata dalam novel kedua ini? Masih sama sebenrarnya dengan Laskar Pelangi, kisah tentang kekuatan mimpi, dinamika persahabatan, ambisi, cara memaknai hidup dan lainnya. Sebagai tetralogi, penyambung kisah novel pertama dengan novel kedua ini adalah tokoh Ikal. Jika pada Laskar Pelangi, kisah yang diusung adalah kehidupak kesepuluh anak-anak Laskar Pelangi, maka dalam Sang Pemimpi, Andrea membesut kisah persahabatan antara Ikal dan tokoh sentral lainnya bernama Arai. Mimpi mereka dimulai dari desa kecil di Belitong dan mereka impikan bermuara di Eropa, tepatnya di Perancis.

Kisah dalam novel ini dimulai dengan kehidupan tokoh ikal di Belitong pada saat ia masih SMA. Ia bersama saudara jauhnya yakni Ikal menjalani masa SMA yang menyenangkan meski berat sebab tuntutan ekonomi membuat mereka dewasa sebelum waktunya. Untuk tetap besekolah dan hidup, keduanya bekerja sebagai kuli di sebuah pelabuhan ikan. Waktu kerja mereka dini hari sehingga waktu sekolah tidak terganggu. Kegigihan mereka pada akhirnya terbayar saat mereka dewasa kelak. Ikal sendiri berhasil mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia, sementara Arai yang pada akhirnya kuliah di Kalimantan, menjadi seorang ahli biologi.


Selain Ikal dan Arai, ada tokoh sentral lain dalam novel Sang Pemimpi ini. Ia adalah Jimbron. Ia sendiri adalah anak yatim piatu yang diceritakan diasuh oleh seseorang bernama Geovanny. Ia berwajah bayi dengan tubuh gembur. Pemikirannya lurus, cenderung naïf dan polos. Jimbron sangat menyukai kuda dan tahu seluk beluk hewan tangkas tersebut. Jimbron menjadi perekat hubungan Ikal dan Arai, oleh sebab keluguannya, ia mudah disayangi dan mendapat simpati. Persahabatan mereka juga tentang bagaimana melindungi Jimbron. Namun, selepas SMA, ketiga sahabat ini berpisah. Mereka berbeda rute dan dipisahkan kota.
Ada banyak tokoh pembantu lainnya dalam cerita ini antara lain Pak Mustar, Pak Drs. Julian Ichsan Balia, Nurmalala, Lakshmi, Taikong Hamim, Bang Zaitun dan masih banyak lagi lainnya. Kesemua tokoh ini mewarnai dinamika perjuangan Arai juga Ikal meraih mimpi. Novel ini menarik dengan bahasa yang tentu apik khas Andrea Hirata. Meski memang tak sefeonomenas Laskar Pelangi, namun Sang Pemimpi ini seperti sebuah “penuntasan” dari apa yang dikosongkan Laskar Pelangi. Sama seperti cerita tetralogi lainnya, saat Anda membaca buku pertama, maka seyogyanya Anda juga menuntaskkan novel lanjutannya.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencintai mimpi. Ada banyak quote membangun yang sederhana namun penuh kekuatan. Membaca Sang Pemimpi akan membuat Anda berani menyongsong mimpi Anda sendiri. Ada satu quote yang cukup memorable dari buku ini, yakni:

“Kita tak kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai.
“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”

Novel ini dibuka dengan kisah dua remaja tanggung yang mungkin tampak biasa. Namun seiring helaian halaman buku, Anda pasti jatuh cinta dengan kepiawaian Andrea. Sama seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi juga dipenuhi kalimat filosofis yang sederhana namun berat makna. Ia juga dibumbui komedi sedikit satir dan halus. Sinopsis Novel Sang Pemimpi ini membuka jalan Anda untu tertarik membaca novel secara utuh. Selamat berburu ya! 
 
Sumber : http://sinopsisnovelku.blogspot.co.id/2013/02/sinopsis-novel-sang-pemimpi.html

Hikayat Bunga Kemuning

Hikayat Bunga Kemuning

Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.
Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka berpergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. “Aku hendak pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?” tanya raja.
“Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Puteri Jambon.
“Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Puteri Jingga. 9 anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ia berpikir sejenak, lalu memegang lengan ayahnya.
“Ayah, aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat,” katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya.
“Anakku, sungguh baik perkataanmu. Tentu saja aku akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu,” kata sang raja. Tak lama
kemudian, raja pun pergi.
Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. “Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,” kata seorang diantaranya.
“Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya.
“Kalian ini sungguh keterlaluan. Mestinya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja!” Kata Puteri Kuning dengan marah.
“Sudah ah, aku bosan. Kita mandi di danau saja!” ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Begitulah yang terjadi setiap hari, sampai ayah mereka pulang. Ketika sang raja tiba di istana, kesembilan puterinya masih bermain di danau, sementara Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana. Mengetahui hal itu, raja menjadi sangat sedih.
Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu!” kata sang raja. Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya.
“Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning,” kata Puteri Kuning dengan lemah lembut.
“Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah,” ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya.
Keesokan hari, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. “Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri Hijau!” katanya dengan perasaan iri.
“Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu,” sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka.
“Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!” kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian, Puteri Kuning muncul. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak disangka, pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal.
“Astaga! Kita harus menguburnya!” seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi. Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya pun diam seribu bahasa. Raja sangat marah. “Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!” teriaknya.
Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja sangat sedih. “Aku ini ayah yang buruk,” katanya.” Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!” Maka ia pun mengirimkan puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih memikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas.
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. “Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!” kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.


Sumber : http://dongeng.org/hikayat-bunga-kemuning/